Jajaran Pengurus Aptrindo bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

APTRINDO adalah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia dideklarasikan pada tanggal 19 Agustus 2014 di Sunlake Hotel, Sunter Tanjung Priok – Jakarta Utara oleh 48 Pengusaha Truk dari berbagai daerah yang anggotanya terdiri dari pengusaha – pengusaha truk di seluruh Indonesia dan terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia dengan SK nomor AHU-00667.60.10.2014 sebagai Asosiasi berbadan hukum berdasarkan AKTA Notaris No. 27, Mahrita Paulin Runtulalo, SH dan AKTA pendirian tanggal 14 Oktober 2014.

Munas Pertama Aptrindo

Musyawarah Nasional Aptrindo dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2015, dilaksanakan di  The Golf , Pantai Indah Kapuk yang dibuka oleh Menteri Perhubungan yang diwakili oleh Direktur Lalu Lintas Angkutan Jalan Bp. Eddi.

ATF (Asean Trucking Federation)

Pada tanggal 18 September 2015 telah  terbentuk  organisasi  federasi truk se Asean, yang dihadiri oleh delapan negara termasuk  Indonesia, yang diwakili oleh Aptrindo.

LSP-LIP (Lembaga Sertifikasi Profesi-Logistik Insan Prima)

Telah mendirikan lembaga sertifikasi profesi tahun bulan Juli 2015, dan saat ini telah memiliki  assesor  200 orang  dan telah menyertifikasi 2.138 Orang.

SIAB on line.

Pada Tahun 2015 telah bekerja sama dengan Telkom untuk membangun sistem angkutan barang secara daring. Saat ini sudah terdaftar dalam 18.000 truk dalam database.

Latar belakang Pendirian Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia 

Jumlah truk di Indonesia pada tahun 2012 tercatat di Kepolisian RI sejumlah  5,2 jt. Sedangkan jumlah truk yang terdaftar pada wadah angkutan khusus pelabuhan seluruh Indonesia sebanyak +/-44 ribu unit, atau hanya 0,8 % yang tergabung dalam asosiasi. Berarti dari angka tersebut lebih besar jumlah truk yang belum terorganisir sehingga sulit untuk dibina dan diarahkan.

AEC /MEA diimplementasikan pada tahun 2015, hal ini perlu dijawab / ditantang agar pengusaha-pengusaha Indonesia ini dapat bersaing dengan pengusaha asing, untuk itu diperlukan / dibutuhkan sebuah wadah yang dapat mengorganisir para pengusaha truk Indonesia agar dapat bersaing di era globalisasi.

Di sisi lain pemerintah saat ini ada program MP3EI yang akan membangun pelabuhan pelabuhan tertentu untuk mengangkut hasil produksi  baik hasil pertanian, perkebunan maupun industri yang akan  diubah  menjadi  suatu produk yang mudah dipasarkan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan sarana dan prasarana yang efektif dan efisien khususnya armada yang sesuai dengan produk tersebut. Untuk itu sangat dibutuhkan peran asosiasi untuk menyiapkan SDM, sarana dan prasarana guna menunjang kegiatan logistik kedepan agar dapat bersaing dengan pengusaha asing dan selain itu keberadaan asosiasi ini dapat mempermudah pemerintah dalam mengonsolidasi dan melakukan pembinaan.

Visi APTRINDO:

Menjadi sebuah asosiasi yang profesional dan modern untuk menciptakan Masyarakat Pengusaha Truk yang  maju dan  sejahtera.

Misi APTRINDO:

Sebagai  asosiasi di bidang angkutan barang   yang berperan dalam pendistribusian barang  logistik dan konsumsi, serta sebagai salah satu pilar utama pendukung sistem logistik nasional.

Tujuan APTRINDO

  1. Membina dan mengembangkan kemampuan dan kegiatan anggota agar mandiri, tangguh, profesional dan berdaya saing tinggi serta membangun aliansi strategis dengan potensi-potensi ekonomi nasional lainnya untuk dapat berperan dalam tatanan ekonomi pasar dan percaturan global.
  2. Menjalin hubungan kemitraan strategis dengan pemerintah dan seluruh komponen kekuatan bangsa untuk menciptakan dan mengembangkan iklim usaha yang kondusif, bersih dan transparan khususnya dibidang angkutan barang dijalan.

Fungsi APTRINDO

  1. Sebagai wadah kesatuan dan berhimpunnya para pengusaha truk, guna memperoleh informasi, konsultasi dan advokasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian secara nasional dan global dalam rangka mewujudkan iklim usaha dan sinergi potensi ekonomi nasional.
  2. Menjaga etika usaha, mencegah persaingan tidak sehat diantara sesama anggota serta menggalang kerja sama dengan semua pihak untuk kepentingan anggota khususnya dan kepentingan sektor usaha angkutan barang pada umumnya.
  3. Wadah untuk menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi anggotanya.
  4. Merupakan wadah representatif dari sektor usaha angkutan barang di jalan dengan pemerintah dan pihak lain, baik dalam maupun luar negeri.
  5. Melaksanakan fungsi mediasi sesama anggota maupun pihak lain dalam rangka menyelesaikan masalah

Tugas  Pokok APTRINDO

  1. Memupuk dan meningkatkan kesadaran nasional dan patriotisme para anggota dalam tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia dan tanggung jawab sosialnya sebagai masyarakat.
  2. Melayani dan melindungi kepentingan anggota, menampung saran dan memperjuangkan aspirasi anggota.
  3. Memberikan dukungan kepada anggota dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan profesionalisme.
  4. Melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota dalam melakukan kegiatan usaha secara profesional agar terhindar dari praktik usaha yang dapat merugikan sesama anggota.
  5. Membina kerjasama dengan KADIN sebagai induk organisasi ekonomi di Indonesia dan asosiasi / himpunan lainnya, termasuk kerja sama dengan perusahaan swasta nasional besar/ menengah/ kecil dan koperasi.
  6. Membina kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah dalam arti seluas luasnya, termasuk kerjasama dengan BUMN/BUMD, lembaga pendidikan, lembaga ristek dan lembaga-lembaga lainnya.

Struktur Organisasi APTRINDO

  1. Tingkat Nasional disebut Dewan Pimpiman Pusat (DPP)
  2. Tingkat Provinsi  Daerah disebut Dewan Pimpiman Daerah (DPD)
  3. Tingkat Kabupaten / Kota disebut Dewan Pimpiman Cabang (DPC)