Surabaya - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Transportasi Indonesia dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kembali menggelar Sertifikasi Kompetensi bagi sopir yang didukung DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Surabaya di Sekretariat APTRINDO Surabaya Sabtu, 12 Juni 2021.
Sebanyak 20 orang yang berprofesi sebagai pengemudi angkutan barang dan petikemas itu mendalami sistem manajemen keselamatan baik materi-materi teori dan praktik safety driving.
Pelatihan dan Sertifikasi dilaksanakan secara gratis ini diikuti sedikitnya 9 perusahaan yang tergabung DPC APTRINDO Surabaya. Yakni, PT Garuda Trans Abadi, PT Milinium Transportation, PT Cipta Sinergi Bisnis, PT Samudra Raya Jaya, PT Mega Samudra Tama, PT Hacaca Setia Abadi, PT Berkah Muti Cargo, PT Maju Mapan Bersama Trans, dan PT Armitindo Multitrans Nusantara.
Meningkatkan keterampilan dan kompetensi para driver trucking ini merupakan program yang sudah dicanangkan Kementerian Perhubungan dengan menunjuk APTRINDO Surabaya sejak tahun 2020 lalu.
Wakil Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Transportasi Indonesia, Ir Achmad Baroto, MT mengatakan menjalankan tugas kesehariannya sebagai pengemudi tidak cukup berbekal keahlian dalam berkendara. Namun mendalami teori dan praktik dengan menitik beratkan pada keselamatan maka pengemudi lebih percaya diri.
"Uji kompetensi dan sertifikasi sopir truk ini bermanfaat bagi semua pihak. Dari pengusahanya terutama bagi sopir yang dapat sertifikat sehingga menambah nilai plus dalam berkompetisi dalam mencari muatan," kata Baroto.
Meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang kerap dialami sopir truk logistik, kata Baroto, salah satunya yakni tujuan dari edukasi dan sertifikasi yang digelar LSP TI dan BNSP.
"Menciptakan profesionalitas pengemudi angkutan barang tidak serta merta timbul begitu saja jika tidak didukung penuh dari perusahaannya," tegasnya.
Untuk diketahui, APTRINDO Surabaya sangat membantu pengemudi angkutan barang untuk menjadi sopir truk lebih profesional. Tidak sebatas praktik tapi lebih pada pengetahuan tentang operasional truk hingga proses pematangan hard dan soft skill sopir truk yang benar-benar tepat sasaran.
Dengan harapan pemahaman operasional yang benar dari awal sebelum mengemudikan kendaraan hingga berjalan di jalan raya menjadi tolok ukur sistem manajemen keselamatan berjalan atau tidak. (ari/aptrindo_sby)