Palu Sudah diketok dan Kursi Kekosongan Sudah Terisi. Putra Lingga Tan Ketua terpilih DPD
APTRINDO Jawa Timur.

Usai Gala Dinner yang berlanjut dengan Musyawarah Daerah yang digelar Di Hotel Bumi Surabaya
City Resort, Kamis(15/12).
Dalam acara tersebut turut hadir Drs. Gumilang Tarigan MBA Ketum Aptrindo, Gubernur Jatim yang
diwakili Dr. Nyono, ST, MT Kasishub Jawa Timur, Polda Jatim, Kadin Jatim, Polrestabes Surabaya,
Polres Tanjung Perak, Otoritas Pelabuhan, Dishub Kota Surabaya.
Bertema “Bangkit dan Maju Menciptakan Sinergisitas Optimal untuk Pelayanan Terbaik Bersama APTRINDO
Jawa Timur” Musyawarah Daerah Pertama berjalan dengan Sukses dengan terpilihnya Ketua DPD yang baru,
setelah selama ini kosong.
Dengan terisinya Kursi Kepemimpinan DPD APTRINDO Jawa Timur, diharapkan kelak APTRINDO bisa
melebarkan sayap dengan menjaring Stake Holder yang bergerak selaras dengan APTRINDO. Mengingat
Masih ada banyak Pelabuhan Laut dan para Pengusaha Trucking yang ada di Jawa Timur ini.

Menengok Historical 5 Tahun Berdirinya DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Surabaya
dibawah kepemimpinan Putra Lingga Tan, S.H mampu menggait lebih dari 145 pengusaha dengan Lebih dari
3000 Armadanya.
Bukan hal yang tidak mungkin akan membuka DPC – DPC dikota lainnya.

Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Surabaya membeberkan fakta-fakta terkait dengan penyebab kemacetan yang dialami pengusaha dan pengemudi truk di Raya Greges (Tambak Langon – Raya Greges), Surabaya Jawa Timur.

Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Putra Lingga Tan mengatakan hampir setiap hari truk trailer berjejer di pinggir jalan Raya Greges. Kondisi tersebut berdampak kemacetan jalan utama menuju Raya Kalianak dan Raya Margomulyo.

“Truk trailer yang antri mau masuk ke sejumlah Depo yang berada di pinggir jalan Raya Greges untuk mengambil atau kembalikan kontainer kosong”, kata Putra Lingga, Kamis (30/9/2021).

WhatsApp Image 2021 09 30 at 9.10.28 AM 2
Antrian truk trailer yang hendak keluar depo G-Fortune Jalan Greges Surabaya, Rabu (29/9/2021) juga menutup akses truk trailer yang akan membongkarkan kontainer kosongan setelah proses cuci kontainer. (ari/aptrindo_sby)

Putra Lingga menuturkan lokasi depo yang menjadi satu dalam kawasan menjadi hal yang sering menimbulkan permasalahan. Selanjutnya, jalan menuju kawasan depo yang kurang memadai. Menurutnya, perusahan pelayaran besar semestinya dapat memilih atau menggunakan depo, dengan setidaknya minimal dua depo dilaksanakan di lokasi berbeda.

Selain hal-hal di atas, Putra Lingga pun mengungkapkan luas lokasi usaha depo di kawasan Greges tersebut lebih dari 5.000 m². Sayangnya, salah satu persyaratan teknis tersebut tidak diikuti dengan persyaratan lainnya, yakni memiliki peralatan paling sedikit 1 (satu) unit reach stacker, 1 (satu) unit top loader, 1 (satu) unit side loader, 1 (satu) unit forklift; dan Fasilitas perbaikan dan perawatan petikemas yang memenuhi persyaratan.

WhatsApp Image 2021 09 30 at 9.10.28 AM 1 1
2 alat top loader milik Depo G-Fortune, Rabu (29/9/2021) terus bergantian melayani lebih dari 200 truk trailer. (ari/aptrindo_sby)

“Contoh depo G-Fortune yang luasannya sekitar 36.650 m² tapi hanya punya 2 (dua) reach straker. Alhasil bikin macet dan diperparah dengan waktu yang bersamaan kontainer masuk dan keluar depo,”

WhatsApp Image 2021 09 30 at 9.10.27 AM 1
Ekor antrian truck trailer menuju Depo G-Fortune Jalan Greges Surabaya, Rabu (29/9/2021) hingga ke badan jalan Raya Greges.

Putra Lingga minta semua stakeholder, khususnya dalam perizinan usaha pengusahaan depo petikemas untuk dikaji ulang terkait administrasi dan persyaratan teknisnya.

WhatsApp Image 2021 09 30 at 9.10.28 AM
Antrian truk trailer untuk membongkarkan kosongan di Depo G-Fortuner di Jalan Greges, Surabaya, Rabu. Salah satu sopir mengungkapkan membutuhkan waktu lebih dari 2 jam untuk membongkarkan kontainer. (ari/aptrindo_sby)

“Persetujuan studi lingkungan dari instasi pemerintah kota Surabaya dan pemerintah provinsi Jatim, termasuk di dalamnya kajian lalu lintasnya,” pintanya.

Selain itu, Putra Lingga juga meminta Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim melakukan survei dan mapping di kawasan tersebut yang kerap dikeluhkan oleh pengusaha dan para sopir trailer.

“Dengan demikian pihak kepolisian segera mengatasi permasalahan kemacetan yang tidak hanya merugikan pengusaha dari sisi waktu dan biaya tapi hilangnya nyawa anak bangsa akibat kecelakaan lalu lintas,” tegasnya. (ari/aptrindo_sby)

Surabaya – Dalam rangka menghadapi tantangan mempersiapkan lulusan yang siap kerja, Institut Teknologi Telkom Surabaya menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussin (FGD) di kampus ITTelkom Surabaya, Rabu (15/9/2021) dengan mengundang Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Surabaya, Putra Lingga Tan untuk berdiskusi mengenai kurikulum yang tepat untuk setiap Program Studi dengan mengedepankan bidang Maritim, Transportasi, dan Logistik.

WhatsApp Image 2021 09 16 at 8.58.24 AM 1
Wakil Rektor III ITTelkom Surabaya, Ir Tri Agus Djoko (tengah) memberikan cinderamata kepada Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Putra Lingga Tan didampingi Dekan Falkutas Teknologi Informasi dan Industri ITTelkom Surabaya, Dr. Helmy Widyantara, S.Kom.,Eng.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Industri ITTelkom Surabaya, Dr Helmy Widyantara , S.Kom.,M.Eng mengatakan bidang transportasi, maritim, dan logistik dipilih karena sesuai dengan visi misi kampus BUMN milik Telkom Group ini.

FGD yang mengangkat tema “FGD Curriculum to create expert human capital in the fields of Maritime, Transportation and Logistics in the industrial era 5.0” ini, kata Helmy, diharapkan dapat merumuskan strategi-strategi kurikulum yang siap akademisi, praktisi dan asosiasi yang berkompetensi dibidangnya.

Dalam diskusi panel tersebut, Putra Lingga Tan banyak memberikan masukan tentang dunia industri Transportasi saat ini dan masa mendatang. “Dengan mengedapankan teknologi dan informasi pada perusahaan, serta SDM yang siap kerja maka tercapainya persaingan bisnis yang kompetitif,”

WhatsApp Image 2021 09 16 at 8.58.23 AM 3

Putra Lingga Tan mencontohkan pemanfaatan teknologi di bidang transportasi khususnya di operasional akan memudahkan dalam menganalisa hingga mengambil keputusan yang tepat agar pencapaian hasil kerja sesuai dengan peraturan perusahaan maupun pemerintah.

“Dimasa pandemi saat ini, teknologi akan mudahkan masing-masing perusahaan dalam memilah driver hingga kendaraan yang siap kerja yang bisa dimonitor langsung oleh rekanan perusahaan,” ucap Commissioner PT Mega Samudra Tama ini.

WhatsApp Image 2021 09 16 at 8.58.23 AM 1 2

Selain Putra Lingga Tan sebagai narasumber di bidang Transportasi, FGD ini juga mengajak diskusi dari Akademisi dari Praktisi Bidang Transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember,  Ir. Hera Widysatuti M. T., Ph.D. Sedangkan di bidang Maritim, hadir pula praktisi bidang  teknologi maritim, industri perkapalan, manajemen strategi, manajemen teknologi dan inovasi, Prof. Dr.Ir Buana Ma’ruf,M.SC.,MM,MRINA. BUMN Kepelabuhan juga turut diundang, Senior Manajer Pelayanan Kapal PT Pelindo III, Johanes Wahyu Hertanto.  (ari/aptrindo_sby)

WhatsApp Image 2021 09 09 at 12.01.07 PM

Arus Petikemas melalui Terminal Teluk Lamong (TPS) hingga bulan Agustus tahun 2021 tercatat sebanyak 497.018 TEUs. Dari jumlah ini domestik tercatat 272.136 box. Sedangkan import mencapai 139.007 box.

WhatsApp Image 2021 09 07 at 09.50.35
Annual Throughput TPS

Arus Petikemas melalui Terminal Petikemas Surabaya (TPS) hingga bulan Agustus tahun 2021 tercatat sebanyak 946.564 TEUs. Jumlah ini meningkat 4,69% dari periode yang sama pada tahun 2020 lalu.

Surabaya – Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-76 tahun, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Surabaya menggelar bakti sosial (Baksos) Kemerdekaan Peduli Sesama.

Bantuan kali ini yang membedakan sebelumnya, yakni bagi-bagi nasi bungkus khusus tukang becak.

WhatsApp Image 2021 08 13 at 4.41.08 PM
Bagi-bagi nasi bungkus di depan Pos Polisi Polsek Semampir dan sejumlah lokasi lainnya, Jumat (13/8/2021) akhir rangkaian Baksos Kemerdekaan Polri-Aptrindo Peduli Sesama

Baksos Kemerdekaan yang dilaksanakan dimulai tanggal 7 hingga 13 Agustus 2021 bekerja sama dengan Yayasan Tangan Terbuka di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kegiatannya meliputi pembagian 75 paket Sembako di Pesapen Barat dan pembagian 900 nasi bungkus setiap harinya.

WhatsApp Image 2021 08 13 at 4.35.10 PM
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Wahyu menyerahkan bantuan nasi bungkus kepada masing-masing polsek di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Waka Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Wahyu, saat menutup kegiatan bakti sosial menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan APTRINDO Surabaya, sehingga rangkaian kegiatan Baksos Kemerdekaan ini dapat terlaksana.

“APTRINDO ke depan tetap sinergi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk membagikan bantuan yang bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak COVID-19,” ungkapnya di sela-sela pembagian nasi bungkus di Pos Polisi Polsek Semampir, Jumat (13/8/2021).

WhatsApp Image 2021 08 13 at 4.37.05 PM
Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak bagi-bagi nasi bungkus di depan Pos Polisi Polsek Semampir kawasan Ampel Surabaya.

Untuk itu, kata Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Putra Lingga Tan, pada saat ini, kami ingin berbagi dengan masyarakat salah satunya diwujudkan melalui Bakti Sosial Kemerdekaan.

WhatsApp Image 2021 08 13 at 4.32.19 PM
Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Putra Lingga secara simbolis memberikan nasi bungkus kepada Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Wahyu di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (13/8/2021)

“Hal ini membuktikan bahwa sektor logistik lebih beruntung daripada sektor lain. Namun, kepedulian dan kepekaan kita terhadap masyarakat khususnya ekonomi yang terdampak COVID-19 jangan sampai dilupakan,” kata Putra Lingga.

Pada acara penutupan Baksos Kemerdekaan Peduli Sesama ini yang diwalikili oleh Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Wahyu fokus memberikan nasi bungkus kepada tukang becak.

WhatsApp Image 2021 08 13 at 4.38.36 PM
Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Wahyu membagikan nasi bungkus kepada tukang becak yang melintas di jalan Semampir, Surabaya

Baksos Kemerdekaan ini juga tak lepas dari peran pengusaha yang tergabung APTRINDO Surabaya dan Pelindo III (Persero), serta anak perusahaannya PT Terminal Petikemas Surabaya dan PT Terminal Teluk Lamong (ari/aptrindo_sby)

Surabaya – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Kota Surabaya untuk kesekian kalinya blusukan pada akhir pekan untuk membagikan bantuan sosial kepada warga, Sabtu (7/8/2021).

Bantuan sosial ini disebut berasal dari hasil donasi para anggota dan mitra kerja di lingkungan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Persero. Ketua DPC APTRINDO Kota Surabaya, Putra Lingga Tan menyampaikan pesan di balik kegiatan yang dinamai Polri – Aptrindo Peduli Sesama Bakti Sosial (Baksos) Kemerdekaan ini.

WhatsApp Image 2021 08 09 at 11.03.21 AM
DPC Aptrindo Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak foto bersama warga RT.011/RW 002 Pesapen Barat, Surabaya. (ari/aptrindo_sby)

Bersama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum dan jajarannya, memberikan bantuan secara door to door. Mereka mendatangi lansia dan warga yang sedang sakit.

WhatsApp Image 2021 08 09 at 11.03.20 AM
Warga Pesapen Barat RT 011/RW 002 berbondong-bondong mendatangi Balai RW untuk menerima bantuan bansos Aptrindo Surabaya. (ari/aptrindo_sby)

Aminah 70 tahun, satu diantara penerima bantuan tersebut menjadi perhatian khusus Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Pasalnya, perempuan penyandang tuna netra yang hidup sebatang kara ini belum mendapatkan bantuan program permakanan untuk lansia meski pemberian bantuan terkait dampak pandemi untuk Aminah sudah didaftarkan sebelumnya.

WhatsApp Image 2021 08 09 at 11.03.21 AM 1
DPC Aptrindo Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak foto bersama warga RT.011/RW 002 Pesapen Barat, Surabaya. (ari/aptrindo_sby)

Ganis menjelaskan, pemerian bansos dilakukan bersama pengusaha truk. Harapannya, aksi sosial tersebut bisa meringankan masyarakat.

“Harapan kami tidak hanya bantuan dalam bentuk sembako saja tapi mungkin ada bantuan unit trauma healing bagi yang positif Covid-19 agar bisa melakukan pendampingan. Sehingga bisa memotivasi pengusaha lainnya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar,” ungkap Ganis.

Putra Lingga Tan mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan terus berlangsung untuk beberapa waktu ke depan. Ia menyebutkan, pekan kemari ada 75 paket bantuan sembako yang dibagikan kepada warga. Dan ada 3.000 nasi bungkus yang dibagikan secara bertahap di bulan Agustus ini.

“Ini adalah bagian kepedulian kita (Aptrindo) sesama dalam suatu asosiasi pengusaha. Selama ini sektor logistik dibandingkan sektor lain, kami sangat beruntung. Karena itu, kami harus lebih peka dan peduli”, tuturnya kepada wartawan di sela-sela Baksos Kemerdekaan Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama DPC Aptrindo Kota Surabaya di Pesapen Barat, Surabaya, Sabtu (7/8/2021). (ari/aptrindo_sby)

Surabaya – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali hingga 20 Juli 2021 khususnya di wilayah Kabupaten Sidoarjo banyak mendapat keluhan masyarakat, terutama para pelaku usaha di bidang logistik.

Hal yang paling mencolok dan menuai kritikan, yakni penyekatan di Simpang tiga pabrik di Waru arah Selatan, Selasa (13/06/2021).

Terpampang sejumlah spanduk peringatan bagi masyarakat yang berbunyi “ANDA MEMASUKI KAWASAN PEMBATASAN MOBILITAS. Kecuali : Kegiatan Yg berhubungan dengan Kesehatan, Pemerintahan, YNI/Polri, Pekerja Industri Dengan Identitas Khusus, Mobilitas Barang dan Pengangkutan Sembako dan Emergency atas Izin dari Petugas.

WhatsApp Image 2021 07 13 at 4.31.07 PM
Penyekatan di Simpang Tiga Pabrik Paku di Waru arah Selatan Kabupaten Sidoarjo.

Meski dalam spanduk tersebut juga mencantumkan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali, kendaraan angkutan barang tidak luput dari upaya penyekatan oleh petugas di pos Simpang tiga pabrik paku di Waru arah Selatan.

Pantuan DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Kota Surabaya di lokasi pos penyekatan tersebut, petugas gabungan dari TNI/Polri, Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo memberlakukan buka tutup jalan khusus kendaraan TNI/Polri, ambulance, pemerintahan.

WhatsApp Image 2021 07 13 at 4.31.08 PM 1

Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Putra Lingga mengatakan, pemerintah dituntut memiliki perencanaan yang matang terkait titik-titik penyekatan PPKM Darurat. Pasalnya, hingga saat ini langkah yang diambil berbenturan antara pengendalian arus logistik dan pengendalian kesehatan.

Penerapan PPKM ini tidak dipahami dengan baik oleh aparat selaku pengawas di lapangan. Pasalnya, banyak angkutan barang yang seharusnya bisa memasuki kawasan-kawasan yang ditutup, namun dilarang petugas sehingga harus melalui jalur alternatif.

“Kami menerima banyak keluhan dari anggota. Di lapangan banyak pengusaha angkutan barang yang dirugikan akibat pemahaman petugas yang kurang baik tentang aturan PPKM,” kata Putra Lingga.

WhatsApp Image 2021 07 13 at 4.31.08 PM

Terjadinya perbedaan persepsi dalam memahami aturan oleh petugas di lapangan, menurut Pengamat Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo, kebijakan pengetatan yang dilakukan melalui PPKM Darurat untuk melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19 jangan berimbas terhadap terhambatnya distribusi logistik nasional.

“Pemerintah juga harus bisa menjamin kelancaran arus logistik. Dan hal yang terpenting mereka (petugas) harus berpikir secara rasional dalam mengambil kebijakan tanpa berdampak membunuh kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Masih terjadi ketidaksepahaman dalam menerjemahkan instruksi Mendagri secara lintas instansi, lintas daerah, sehingga penerapan di lapangan berbeda dari satu dan lain daerah, yakni, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun sebagai revisi atau perubahan kedua atas Inmendagri No 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. (ari/aptindo_sby)

Surabaya - Dua ruas tol Trans Jawa, yakni tol Solo-Ngawi dan Gempol-Pasuruan akan mengalami penyesuaian tarif dalam waktu dekat. Hal ini terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) internal terbatas yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (2/7/2021).

Penyesuaian tarif masing-masing sebesar 28 persen tersebut tetap mempertimbangkan ekonomi berbagai level. Yakni sisi publik dan sisi investasi.

Staf Ahli Meteri PUR, Endra Atmawidjaja mengatakan penyesuaian tarif 2 tol trans jawa tersebut tetap melalui beberapa tahap. Yakni, sosialisasi manfaat, sosialisasi besaran tarif tol, dan sosialisasi waktu pemberlakuan tarif.

"Masing-masing tahapannya bisa disosialisasikan melalui FGD, media sosial. Dimana setiap tahapan BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) akan melaporkan evaluasi SPM (Standar Pelayanan Minimum) secara terbuka," kata Endra.

Penyesuaian tarif tersebut, tambah Endra, diharapkan tidak ada resistensi dan penolakan dari masyarakat sehingga penyesuaian tarif yang seharusnya berlaku tahun 2020 lalu bisa dilaksanakan tahun ini.

Untuk diketahui jalan tol Solo - Ngawi memiliki panjanh 90,12 kilometer. Sedangkan jalan tol Gempol - Pasuruan sepanjang 34,5 kilometer.

Sekretaris Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Yongky Triono menyebutkan standar pelayanan minimum (SPM) kedua jalan tol tersebut yang sudah berjalan 2 tahun terakhir ini dinilai baik. Penilaian tersebut telah melaui uji perkerasan jalur utama, drainase, median.

"SPM lainnya juga melihat dari kecepatan tempuh rata-rata, aksebilitas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan, lingkungan, serta tempat istirahat (rest area)," jelas Yonky.

Berita SBY

Selain regulator, agenda konsultasi publik dalam rangka penyesuaian tarif jalan tol tersebut juga mengundang para Key Opinion Leaders dalam bidang kebijakan publik, transportasi, konsumen, serta ekonomi.

Kepala Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Jawa Timur, Nyono yang mewakili Sekretaris Daerah Jawa Timur mengatakan pihaknya mendukung apapun kebijakan pemerintah. Namun, ia mengingatkan penyesuaian tarif jalan tol tersebut harus tetap mengedepankan aspek sosial.

"Tekanan psikologis terhadapa kenaikan itu (tarif tol) akan semakin terasa. Apalagi dalam situasi saat ini (pandemi covid 19). Karena itu, sosialisasi harus intens sehingga konflik sosial bisa diminimalisir," tegas Nyono yang juga Plt Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur ini.

Ia juga berpesan kepada BUJT untuk memperbaiki sejumlah titik ruas jalan tol Gempol - Pasuruan.

"Banyak ditemukan sambungan jalan- jembatan yang tidak lansam. Jika dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi akan mumbul (terbang)," pesannya.

Dibidang Transportasi, Prof Ludfi Djakfar menjelaskan penyesuaian tarif kedua ruas jalan tol ini pengelola diusahakan agar masih menyisakan keuntungan. "Namun kenaikan tidak selalu menaiikan revenue bagi pengusahaan tol," kata dosen Universitas Brawijaya Malang ini.

Ia mencontohkan revenue pengusahaan tol Mojokerto - Kertosono tahun 2019 tidak berbanding lurus. Karena kondisi kinerja jalan tol tersebut tidak mendukung jalan nasional disekitarnya.

"Oleh sebab itu, jalan eksisting sekitarnya harus mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan penyesuaian tarif," tegasnya.

Selain bidang transportasi, Pakar Komunikasi Publik Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo berpesan penyesuaian tarif kedua ruas tol tersebut tidak akan membawa perubahan yang signifikan.

"Bagaimana dengan opini masyarakat terhadap citra Jasa Marga dimasa ekonomi sulit saat ini. Dan harus benar-benar dihitung dan jangan sampai mendapat respon negatif," kata Suko Widodo.

Sementara itu, disektor riil diwakili Ketua DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Surabaya, Putra Lingga Tan berpendapat tarif golongan IV dan V khusus truk angkutan barang dirubah menjadi golongan I. Sehingga kedepannya semua kendaraan truck seperti trailer bisa melalui jalan tol dan manfaatnya bisa dirasakan dalam memperlancar arus logistik nasional.

"Saya usul untuk semua golongan boleh naik tapi pengolongannya yang di rubah biar truk masuk tol. Contoh sekarang mobil kecil golongan satu. Kedepannya truck trailer yang menjadi golongan satu sedangkan mobil pribadi menjadi golongan empat yang paling mahal. Sehingga logistik murah dan efisiensi dan tol tidak mubasir yg sdh dibangun," tegasnya. (ari/aptrindo_sby)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya mendapatkan apresiasi dari Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Kota Surabaya atas pelaksanaan vaksinasi di masa pandemic Virus Covid-19 saat ini.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APTRINDO Kota Surabaya, Putra Lingga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya atas perhatiannya kepada anggota APTRINDO Kota Surabaya.

Pelaksanaan Vaksin di Kantor Gubernur
Pelaksanaan Vaksin di Kantor Gubernur

“Mereka (anggota) menyadari pentinya vaksinasi tersebut di masa pandemi saat ini. Terimakasih kepada Gubernur Jawa Timur dan Walikota Surabaya,” ucap Putra Lingga disela-sela pelaksanaan vaksinasi di Puskemas Pucang Sewu, Surabaya Kamis (24/6/2021).

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPC APTRINDO Surabaya mengingatkan seluruh anggota yang sedang vaksin agar tetap menegakkan disiplin protokol Kesehatan meski sudah di vaksin.

WhatsApp Image 2021 06 24 at 10.36.27
Pelaksanaan Vaksin di RS Menur

“Ingat, meski telah divaksin, bukan berarti kebal terhadap Virus Covid-19. Harus tetap menegakkan disiplin Protokol Kesehatan,” kata Putra Lingga.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh anggota untuk bekerjasama dalam Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Surabaya guna membantu penegakkan disiplin protokol Kesehatan, pemantauan kasus aktif, kedisiplinan pelaksanaan isolasi mandiri.

“Sama-sama sosialisasikan bahwa kita tetap harus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, termasuk pulang mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan,” ujar Putra Lingga.

Vaksinasi diikuti oleh 1.232 peserta terdiri dari 175 perusahaan angkutan barang yang tergabung DPC APTRINDO Surabaya. (ari/aptrindo_sby)

KANTOR PUSAT
GRAHA APTRINDO
Jl. Raya Sulawesi No.23
Tanjung Priok, Jakarta Utara 14310
Telp : 02143900464 / Fax : 02143900465
Lihat Peta
LAINNYA
LEGALITAS
Asosiasi berbadan hukum resmi terdaftar di KEMENKUMHAM berdasarkan SK AHU-00667.60.10.2014
Hak Cipta © 2024 Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia
magnifiercrosschevron-upchevron-down