PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) memanfaatkan teknologi digital dalam layanan kepelabuhan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi jasa kepelabuhan dan mencegah praktik suap-menyuap.

Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono mengatakan perseroan mengoptimalkan layanan terminal peti kemas melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.

“Pertama, Single Truck Identity. Single Truck ID merupakan sistem berbasis elektronik yang terintegrasi dengan Trucking Company, Asosiasi Trucking dan Cabang Pelabuhan dalam melakukan pendaftaran Truck ID yang berisi data identitas kendaraan seperti nomor polisi dan data perusahaan pemilik truk/perusahaan angkutannya," ujarnya dalam keterangan resmi seperti dikutip Selasa (29/6).

Pelindo News
Petugas Pelindo II menggunakan masker memantau aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, Jumat (26/6/2020). Untuk memulihkan kondisi perkonomian nasional saat pandemi COVID-19, pemerintah membuka sembilan sektor ekonomi, salah satunya transportasi barang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya implementasi Single TID maka identitas truck yang masuk ke semua terminal yang ada di lingkungan IPC akan berada dalam satu database, sehingga akan memudahkan dalam identifikasi, penataan dan monitoring truck. Perseroan juga menerapkan centralized traffic management system. "Ini adalah sistem pengendalian lalu lintas yang mengawasi dan mengatur aktivitas keluar dan masuknya truk trailer di wilayah Pelabuhan," ucapnya.
Arif menjelaskan penerapan centralize traffic management system, petugas akan dengan mudah mengawasi dan mengatur pergerakan truk melalui CCTV dan pengeras suara serta patroli secara berkala. Kemudian perseroan menggunakan i-Hub merupakan single platform bagi semua pelayanan berbasis digital.

I-Hub ini merupakan pengembangan dari layanan e-Service yang telah berjalan selama ini, dengan menambahkan fitur monitoring, track and trace petikemas dan sarana pengangkut secara realtime yang langsung dapat dimonitor oleh pemilik barang, berbasis mobile app dan web. “Dengan implementasi iHub ini, IPC memastikan semua layanan customer kedepan tidak ada lagi physical contact dan berbasis digital,” ucapnya.

Selanjutnya perseroan menerapkan Single Terminal Operating System (Single TOS), untuk memudahkan perencanaan dan pengendalian operasi semua terminal di IPC dalam satu aplikasi TOS. Hal ini sejalan program pemerintah yang tertuang dalam Inpres No 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (NLE) di pelabuhan.

Ke depan diharapkan digitalisasi bukan cuma bertujuan meningkatkan pelayanan, melainkan juga dapat mengikis praktik suap-menyuap. "Digitalisasi membuat pelayanan kepelabuhan menjadi lebih transparan, bukan cuma mengoptimalkan pelayanan, melainkan juga meminimalisasi peluang praktik suap-menyuap," ucapnya.

Surabaya – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Persero bakal menertibkan parkir liar truk/trailer di Jalan Tanjung Batu Surabaya. Penertiban tersebut sebagai wujud langkah konkrit pelabuhan berperan penting dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional.

Parkir liar disepanjang Jalan Tanjung Batu Surabaya. ariaptrindo sby
Parkir liar disepanjang Jalan Tanjung Batu Surabaya. (ari/aptrindo_sby)

“Tertatanya lingkungan dengan tertib maka otomatis kondusifitas terjaga. Sehingga masalah lain (premanisme) bisa tereliminir,” tegas Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo III (Persero), Putut Sri Muljanto kepada Aptrindo Surabaya di Surabaya, Selasa (15/6/2021).

Putut mengatakan keadaan semrawut yang berlangsung sudah tahunan itu seperti parkir liar, warung atau usaha lain yang tidak pada tempatnya atau kegiatan lain yang bisa menghambat kelancaran lalu lintas barang.

“Kami tengah mencari solusi yang baik dan tepat dengan mengoptimalkan lahan transit area di jalan itu. Sehingga kemungkinan terjadi hal-hal lain bisa cepat teratasi,” katanya.

Akses masuk jalan Tanjung Batu yang terbendung oleh pakir liar. ariaptrindo sby
Akses masuk jalan Tanjung Batu yang terbendung oleh pakir liar. (ari/aptrindo_sby)

Senada dengan Putut, Ketua DPC Aptrindo Surabaya, Putra Lingga menilai, parkir liar truk/trailer di Jalan Tanjung Batu tersebut sangat mengganggu kelancaran lalu lintas barang.

“Kondisi itu jangan sampai menunggu korban karena lebar hanya 6 meter dilalui dua jalur truk trailer sehingga terjadi penyempitan jalan,” menurutnya.

Putra Lingga juga mengusulkan kepada Pelindo III untuk mendirikan portal ketinggian kendaraan agar truk maupun trailer tidak menggunakan akses keluar kendaraan.

“Truk sebaiknya masuk Jalan Laksada M. Nasir depan Bundaran Tol Perak. Dengan begitu tidak ada crossing kendaraan di akses masuk kendaraan kecil,” usul Putra Lingga.

Diketahui, kondisi di Jalan Tanjung Batu tersebut rawan menyebabkan kecelakaan karena fungsi akses masuk berubah menjadi lahan parkir sehingga tikungan jalan yang sedianya untuk akses kekuar digunakan akses masuk semua jenis kendaraan.

Tidak hanya itu, sepanjang badan jalan Tanjung Batu digunakan parkir truk/trailer baik di sisi kanan maupun kiri. Selain itu, kegiatan usaha perbaikan kendaraan menambah tidak sedapnya pemandangan di jalan tersebut.

Truk trailer crossing dengan kendaraan lainnya saat masuk di akses keluar jalan Tanjung Batu Surabaya. ariaptrindo sby

Laporan keluhan anggota Aptrindo Surabaya ini tentang parkir liar di trotoar dan badan jalan Tanjung Batu mendapat perhatian yang serius Pelindo III (Persero) untuk segera ditindaklanjuti. Mengingat kemacetan lalu lintas dan barang di jalan tersebut bakal menjadi peluang adanya aksi premanisme dan kecelakaan lalu lintas. (ari/aptrindo_sby)

KANTOR PUSAT
GRAHA APTRINDO
Jl. Raya Sulawesi No.23
Tanjung Priok, Jakarta Utara 14310
Telp : 02143900464 / Fax : 02143900465
Lihat Peta
LAINNYA
LEGALITAS
Asosiasi berbadan hukum resmi terdaftar di KEMENKUMHAM berdasarkan SK AHU-00667.60.10.2014
Hak Cipta © 2024 Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia
magnifiercrosschevron-upchevron-down